Batik Muhammadiyah Al Arif

Rp. 40.000

Hanya Tersisa: 499 lagi

Kategori: Batik Muhammadiyah

Merk: TSM

NOTE: 
Mohon ketelitiannya bahan batik ini harga tertera adalah per meter. Qty 1 = 1 meter. Silahkan pesan sesuai yang diinginkan.

Batik Muhammadiyah Al Arif diproduksi sebagai salah satu upaya melestarikan warisan nusantara yaitu batik dan tentu saja juga sebagai upaya meningkatkan rasa memiliki di Muhammadiyah. Batik Muhammadiyah Al Arif adalah salah satu identitas fisik Muhammadiyah dalam bentuk sandang. Batik Muhammadiyah Al Arif ini kami produksi dengan mempertimbangkan faktor kenyamanan dan motif yang menarik serta tentu saja segi ekonomis. Batik Muhammadiyah Al Arif bila dipakai akan tampak gagah, tampan, dan elegan serta hanya cocok dipakai oleh laki-laki kaum Adam baik yang berusia muda maupun lebih tua. Batik Muhammadiyah Al Arif diproduksi dengan bahan batiknya Tissue dan ukuran lebar standard biasa 1,15 meter. Batik Muhammadiyah Al Arif juga bisa dipesan sesuai keinginan mulai 2 meter, 3 meter, 4 meter dan seterusnya. Kami juga dengan senang hati menerima pemesanan pembuatan bajunya. Minimal pemesanan pembuatan baju adalah 1 lusin atau 12 baju. Model Baju Batik Muhammadiyah Al Arif yang bisa kami buat adalah berkerah dan kancing tutup dengan lengan pendek maupun lengan panjang sesuai pesanan. Pesanlah pembuatan bajunya di tempat kami karena harga yang kami tawarkan lebih murah dan lebih Istimewa. Harganya Grosir pun juga satu harga untuk ukuran M, L, XL. Jangan ragu untuk memesan di toko kami karena produksi batik kami lebih nyaman, lebih rapih, lebih murah, dan satu harga. Istimewa betul! Fast response untuk tanya-tanya dan atau keterangan lebih lanjut silahkan langsung saja kontak kami di 087738570755 (Call, SMS, WA oke). Jangan lupa juga ya Follow akun twit dan IG kami di @toserba_sm

Tentang batik itu sendiri, adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia sejak lama. Sebagai produk seni adiluhung, awal kelahirannya banyak diwarnai simbol-simbol kraton. Penggunaannya dan dikerjakannya pun masih terbatas didominasi oleh kalangan kraton. Hasilnya untuk pakaian Raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut Raja yang tinggal di luar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing. Pergeseran waktu, batik pun kemudian menjadi komoditas yang diperdagangkan secara luas. Dewasa ini, penggunaan batik sudah mulai memasyarakat. Batik juga sudah mulai digunakan tidak hanya dalam upacara adat, namun juga dalam keseharian. Batik adalah budaya Nusantara yang mendunia. UNESCO mengakui dan memasukkan Batik dalam Daftar Representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia. 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional. Pada tanggal ini, beragam lapisan masyarakat dari pejabat pemerintah dan pegawai BUMN hingga pelajar disarankan untuk memakai Batik. 

Batik dan Muhammadiyah sendiri memiliki saling keterkaitan. Batik berasal dari kata “tik” yang berarti kecil. Dengan demikian dapat dikatakan “mbatik” adalah menulis atau menggambar serba rumit (kecil-kecil). Sementara Muhammadiyah adalah salah satu ormas terbesar di Indonesia yang mempunyai tujuan “Menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”. Keterkaitan keduanya kurang lebih dipahami adalah awalnya harus mencintai terlebih dahulu, kemudian muncul rasa andarbeni (memiliki), dan akhirnya nguri-uri (melestarikan). Mari kita tunjukkan dengan bangga bahwa kita punya batik budaya adiluhung. Mari kita tunjukkan dengan gagah identitas kita sebagai warga Muhammadiyah yang mencintai, memiliki, dan melestarikan tidak hanya batik tapi juga agama kita agama Islam dan Muhammadiyah sebagai sarana menegakkan agama.